Thursday, April 25, 2024

Ke Relawannya, Jokowi: Jangan Terburu-buru Pilih Paslon Pemilu 2024

EraKita.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kepada kelompok pendukungnya untuk tidak terburu-buru memilih paslon Pemilu 2024.

Itu dikatakannya saat mengadakan pertemuan dengan mengumpulkan sejumlah kelompok relawan pendukungnya di Istana Bogor, Jumat (29/7/2022).

Michael Umbas, Ketum Arus Bawah Jokowi (ABJ) mengatakan jika Jokowi menekankan pentingnya untuk tidak terburu-buru terkait penentuan dukungan pada Pemilu 2024.

Lebih lanjut, Michael mengatakan Jokowi meminta para relawan untuk tidak langsung terlibat politik praktis soal calon presiden, sebaiknya agar lebih cenderung untuk bekerja membantu pemerintah.

“Beliau berpesan untuk relawan jangan terburu-buru, ojo kesusu,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (30/7/2022).

“Presiden berharap relawan tetap solid dan membantu pemerintah. Intinya, Presiden tetap fokus untuk menjaga dan mencermati semua kondisi global yang berpeluang berdampak ke Indonesia,” katanya.

Umbas menyebut dalam pertemuan dengan elemen-elemen relawan di Istana Bogor berlangsung santai. Pertemuan tersebut, katanya, sudah diagendakan sejak lama namun baru terealisasi.

Selain meminta para relawan untuk tidak langsung terjun langsung politik praktis, dalam pertemuan itu Jokowi turut bercerita mengenai hal lain diluar politik.

Jokowi, kata Umbas, memaparkan mengenai kondisi ekonomi global imbas dari krisis pasca-perang Rusia dan Ukraina. Jokowi menilai walau perekonomian Indonesia cukup bagus bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia, namun ancaman resesi perlu menjadi perhatian.

Selain itu, Umbas mengatakan Jokowi juga menceritakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat kunjungan kerja luar negeri di Istana Kremlin, Kamis, 30 Juni 2022.

Menurut Umbas, presiden cukup terkejut dengan ukuran meja dalam pertemuan dengan Putin. Dikatakan Umbas, dalam pertemuan dengan Putin itu, Jokowi berada satu meja berukuran kecil dengan Putin, membuat jarak dengan Putin begitu dekat.

“Hal itu menggambarkan Indonesia dihormati,” ujarnya.

“Secara diplomasi internasional, pertemuan Pak Jokowi dengan Putin membuat Indonesia cukup diperhitungkan,” katanya.

“Jadi, pertemuan pak Jokowi dengan Putin dan sebelumnya Zelensky (Presiden Ukraina) ingin memastikan perang untuk berhenti. Kami optimistis ini didengar. Meski, progres bertahap,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer