Thursday, April 25, 2024

Jati Diri Indonesia, Puan Minta Masyarakat Tidak Meninggalkan Pancasila

EraKita.id – Ketua DPR RI yang juga Pimpinan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022, Puan Maharani mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus berpijak pada Pancasila sebagai dasar negara.

Puan meminta agar masyarakat tidak meninggalkan Pancasila yang merupakan jati diri Indonesia.

“Meninggalkan Pancasila sama halnya mencabut jati diri bangsa dari akar terdalamnya dan mengkhianati amanat para Pandiri Bangsa. Mengganti Pancasila akan berdampak pada hilangnya karakter sebagai bangsa yang ramah, toleran, dan bergotong royong,” ucapnya saat memberi sambutan di Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Sidang Bersama DPR-DPD dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma’ruf Amin.

“Esok, tanggal 17 Agustus 2022, adalah 77 tahun Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Semangat untuk merdeka, yang digelorakan 77 tahun yang lalu, adalah semangat untuk dapat menyusun bangsa dan nasib tanah air oleh Bangsa Indonesia sendiri,” kata Puan.

“Telah 77 tahun lamanya, kita menyusun dan membangun kemajuan Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Pasang surut gelombong pembangunan, disertai dengan gelombang globalisasi dan kemajuan teknologi, telah menggerakan berbagai reformasi dan transformasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan juga mengingatkan semua generasi memiliki tugas membangun bangsa dan negara kedepan. Apalagi Indonesia menghadapi tantangan dan kendala yang tidak ringan.

“Kita masih menghadapi ketidakpastian situasi Pandemi Covid-19, konflik geopolitik, pemulihan ekonomi global di tengah kerentanan pangan, energi, pengangguran, tekanan moneter global, degradasi lingkungan hidup, serta ancaman bencana alam dan sebagainya,” papar Puan.

Mantan Menko PMK itu menambahkan, saat ini Indonesia juga berada dalam era globalisasi di mana era kemajuan teknologi dan industri semakin cepat dan dinamis. Puan menyatakan, era globalisasi telah menempatkan masyarakat semakin terbuka dan terhubung secara sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

“Sehingga berbagai ideologi transnasional, cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup, dengan mudah masuk mempengaruhi kedalam kehidupan rakyat Indonesia. Hal tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia,” ungkapnya.

“Bahkan dapat menggerus nilai-nilai luhur bangsa dan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia, seperti nilai-nilai agama, budaya, sopan santun, etika, dan toleransi serta sikap saling menghormati di antara sesama bangsa Indonesia,” sambung Puan.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu menyebut, apabila kebudayaan yang berkembang di wilayah Indonesia dibiarkan secara alamiah, maka tidak mustahil ideologi dan budaya transnasional akan menjadi tuan di negeri ini. Dengan begitu, kata Puan, tidak akan ada lagi jati diri ke-Indonesiaan, jati diri Indonesia yang bisa dibanggakan.

“Tentu saja kita tidak anti-budaya asing. Kita tidak dapat mengisolasi diri dari pengaruh budaya asing. Akan tetapi dengan kepribadian jiwa bangsa yang kuat, maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, bangsa dan negara ini dinilai kian dituntut untuk dapat memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Harapannya agar dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua, seluruh pemangku kepentingan, seluruh anak bangsa, untuk membangun kekuatan nasional kita, yang dimulai dari kesadaran, kemauan dan komitmen untuk ikut ambil bagian dalam kerja bersama, gotong royong, memajukan Indonesia di segala bidang,” sebut Puan.

Ditambahkannya, komitmen dan kebersamaan yang bersumber dari kecintaan pada tanah air dan kecintaan pada bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber-Pancasila dan Ber-Bhineka Tunggal Ika harus selalu digaungkan. Menurut Puan, banyak cara dalam berpartisipasi, bergotong royong, serta kerja bersama untuk menyusun dan membangun Indonesia.

“Ada dengan cara menjadi Aparatur Sipil Negara, menjadi swasta, ada juga yang bergerak dalam dunia pendidikan, mengabdi di bidang sosial, bidang religius, bidang kesehatan, politik, bergerak di bidang jurnalistik, pers, olahraga, kesenian, pengamat, dan lain sebagainya,” terang Legislator dari Dapil Jawa Tengah V itu.

Puan menyatakan, seluruh partisipasi tersebut dapat diartikulasikan dalam bentuk gagasan, kerja, prestasi, gerakan, kritik, dan lain sebagainya. Semua bentuk partisipasi menyusun dan membangun Indonesia tersebut apabila ditujukan untuk memajukan Indonesia maka arah dari kerja bersama tersebut akan memberikan energi yang positif.

“Energi positif bagi produktivitas memajukan Indonesia, memperkuat kebersamaan rakyat, mempersatukan rakyat, memperkuat semangat kebangsaan Indonesia, serta membudayakan kepribadian bangsa Indonesia,” kata Puan.

“Dengan demikian, Pancasila sebagai bintang penuntun arah perjalanan bangsa, akan benar-benar menjadi energi yang mewujudkan jiwa pengabdian untuk bangsa dan negara,” tambahnya.

Puan pun mengingatkan pentingnya seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian yang besar pada generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi muda Indonesia saat ini telah banyak menunjukkan prestasi yang membanggakan baik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, digital, seni budaya, olahraga, startup dan sebagainya.

“Kedepan, para generasi muda yang akan mewarisi Indonesia. Kedepan, berbagai upaya agar diarahkan untuk memperkuat kemudahan akses dan kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan di setiap jenjang, memperkuat vokasional, memperkuat ruang kewirausahaan,” urai Puan.

Lebih lanjut, pemangku kebijakan diingatkan untuk memperkuat upaya yang berfokus pada peningkatkan produktivitas pangan, industri pangan dan kesejahteraan petani. Puan menyatakan, Indonesia harus mampu berdikari di bidang apapun, khususnya ekonomi.

“Kedepan jangan terjadi lagi permasalahan seperti kelangkaan minyak goreng di negeri sendiri, yang merupakan negara penghasil CPO terbesar di dunia,” tegasnya.

“Kita tidak ingin hanya menjadi sasaran pasar dari produk luar. Kita ingin dapat berdikari di bidang ekonomi melalui industri nasional. Kita juga tidak ingin bangsa Indonesia hanya menjadi kuli di negerinya sendiri. Kita harus Bangga menggunakan Produk Anak Bangsa Indonesia,” imbuh Puan.

Tak hanya itu, pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia juga dinilai membutuhkan perhatian semua pihak sebab, kemajuan pembangunan di daerah adalah kemajuan Indonesia. Puan pun menyinggung jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah berjumlah lebih dari 3,9 juta orang.

“Reformasi Birokrasi yang dijalankan oleh Aparatur Sipil Negara, merupakan sebuah modal kekuatan dalam mempercepat kemajuan Indonesia. Aparatur Sipil Negara harus meninggalkan sikap ‘membenarkan yang biasa’ dan mulai dengan semangat baru yaitu ‘membiasakan yang benar’,” imbaunya.

Dengan tema ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, Puan mengajak para pemangku kepentingan menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 Indonesia sebagai momentum dalam mengambil tekad dan upaya untuk segera kembali melanjutkan pembangunan nasional untuk kemajuan Indonesia.

“MPR RI, DPR RI dan DPD RI, sesuai dengan kewenangan konstitusionalnya, akan terus bersinergi dengan Pemerintah dan masyarakat untuk percepatan pemulihan kondisi disemua sektor kehidupan,” ucapnya.

Menurut Puan, selama 77 tahun menyusun dan membangun Indonesia, telah banyak berbagai perkembangan dan kemajuan yang dialami bangsa. Baik dari sisi tata negara, sistem demokrasi, sistem pemerintahan, kehidupan dan penghidupan rakyat.

“Telah banyak capaian dan prestasi anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Sebagai anak bangsa, kita semua siap ‘Cancut Taliwondo’, menyingsingkan lengan baju, agar kita segera pulih dan bangkit untuk menjemput impian kolektif kita sebagai bangsa yakni Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tutup Puan. (*)

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer