Thursday, April 25, 2024

Survei Indikator: 82,6 Persen Publik Puas dengan Kerja Bahlil Lahadalia

JAKARTA – Kinerja Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam menggenjot investasi di Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Temuan terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan terhadap kinerja Bahlil bahkan mencapai 82,6 persen.

“Angka kepuasannya di atas 80 persen, ini cukup tinggi,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Kepemimpinan Nasional dan Dinamika Elektoral Jelang 2024 di Mata Generasi Muda’ secara virtual, Minggu (23/7).

Temuan tersebut diperoleh Indikator usai melakukan survei dalam rentang 20-24 Juni 2024, menempatkan 1.220 orang dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Menurut Burhanuddin, hasil evaluasi terhadap kinerja menteri-menteri di pemerintahan Joko Widodo, berbasis persepsi publik, tidak semua menteri mendapat kepuasan tertinggi. Tingkat kepuasan terhadap kinerja Bahlil yang berada di angka 82,6 persen merupakan di atas rata-rata.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, misalnya, sekadar mendapatkan 71 persen. Tingkat kepuasan terhadap kerja Menteri Tenaga Ketenagakerjaan Ida Fauziah juga sekadar 75,7 persen.

Seperti diketahui, prestasi Bahlil yang paling diingat publik adalah ketika ia bersama seluruh jajaran BKPM mewujudkan realisasi investasi yang melampaui target. Hebatnya lagi, hal tersebut dicapai di tengah situasi serbasulit, yakni pandemi covid-19.

BKPM mencatat realisasi investasi mencapai Rp 826,3 triliun atau tumbuh 2,1% year on year (yoy). Realisasi investasi tersebut mencapai 101,1% dari target tahun 2020 yang dipatok sebesar Rp 817,2 triliun.

Realisasi sebesar itu mampu menyerap 1,15 juta orang tenaga kerja dari 153.349 proyek investasi. “Alhamdullilah, atas kerja keras teman-teman di BKPM mampu melakukan pendampingan kepada investor sebesar Rp 826,3 triliun,” tutur Bahlil.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer