Monday, April 22, 2024

Komisi I DPR Minta Pelaku UMKM Gerak Cepat Lakukan Transformasi ke Sektor Digital

JAKARTA – Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan digital untuk perkembangan usaha.

Pasalnya, jelas Meutya, kemampuan ekspor UMKM masih terbatas dan pemanfaatan digital melalui e-commerce masih rendah.

“Seluruh sektor sudah beralih ke digital. Artinya UMKM juga perlu beralih ke digital,” kata Meutya Hafid dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Strategi Pengembangan UMKM di Media Sosial, Rabu (17/5/2023).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Adapun nara sumber webinar ini adalah, Co-Founder and COO Social Bread Indonesia Lydia Susanti dan Editor Kitakini.news, Muhammad Iqbal.

Meutya Hafid yang juga politisi senior Partai Golkar itu mengatakan UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61, 07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

“Banyak contoh-contoh UMKM yang kemudian sukses ketika go digital, mereka memanfaatkan marketplace untuk berjualan, dan media sosial sebagai promosi. Sebab itu digitalisasi UMKM penting dilakukan agar usaha tak tertinggal dan dapat beradaptasi,” katanya.

Di tempat yang sama, Editor Kitakini.news, Muhammad Iqbal mengatakan di era digital saat ini, penggunaan media sosial menjadi sebuah keniscayaan yang hampir semua masyarakat kini tengah memilikinya, seiring dengan teknologi telekomunikasi melalui ponsel pintar yang menjadi bagian penting dalam hidup.

Menurut Iqbal, penggunanaan media sosial sebagai strategi bisnis yang efektif, terutama sejak masa pandemi Covid-19 yang lalu, telah membawa perubahan yang sangat cepat bagi para pelaku usaha untuk mencari cara agar tetap bertahan di tengah keterbatasan aktvitas luar ruang bagi masyarakat.

Sementara itu, Co-Founder and COO Social Bread Indonesia Lydia Susanti mengatakan Social Bread merupakan game changer dalam menyetarakan para UKM, khususnya dalam pemanfaatan media sosial untuk menjangkau para pelanggan.

Lydia mengungkapkan besarnya potensi media sosial dalam memengaruhi keputusan pembelian pada pelanggan, terutama karena media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kebanyakan orang saat ini.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer