Monday, September 25, 2023

Negara Anggota Uni Eropa Mengalami Kerugian Akibat Impor Biji-bijian Ukraina

JAKARTA – Sejumlah negara anggota Uni Eropa mengalami kerugian lantaran mengimpor biji-bijian dari Ukraina.

Petani Slovakia telah kehilangan sekitar €200 juta atau setara dengan Rp 3,2 triliun akibat masuknya produk impor pertanian Ukraina.

Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Samuel Vlchan pada Rabu (26/4) seperti dikutip oleh kantor berita negara TASR.

Tahun lalu, Uni Eropa mencabut tarif dan kuota untuk produk pertanian Ukraina dan bekerja untuk memfasilitasi ekspornya, dalam upaya mendukung Kiev secara finansial.

Namun, negara-negara Eropa Timur menghadapi protes karena petani lokal berjuang untuk bersaing dengan impor yang lebih murah.

“Pengolahan biji-bijian dan biji minyak saja menyebabkan kerugian finansial sekitar €200 juta yang ditopang oleh petani Slovakia,” kata Vlchan.

Dia menambahkan bahwa negara tersebut harus memberlakukan langkah-langkah keamanan tambahan di perbatasan. “Namun, Slovakia tidak pernah memblokir transit tanaman Ukraina,” ujar dia.

Otoritas Slovakia sebelumnya melarang pemrosesan dan penjualan biji-bijian Ukraina setelah menemukan pestisida berbahaya dalam pengiriman. Larangan, durasinya tidak ditentukan, mencakup semua biji-bijian asal Ukraina dan tepung yang dibuat darinya.

Awal bulan ini, Polandia, Hongaria, Rumania, Slovakia, dan Bulgaria setuju untuk tidak memasukkan produk makanan Ukraina ke pasar mereka.

Pekan lalu, Komisi Eropa menawarkan €100 juta atau setara Rp 1,6 triliun sebagai dukungan bagi para petani di lima negara anggota, hampir dua kali jumlah yang awalnya dialokasikan Brussel untuk tujuan tersebut.

Komisi Eropa juga setuju memberlakukan larangan impor gandum, jagung, rapeseed dan biji bunga matahari dari Ukraina hingga Juni.

Namun setelah itu, menteri Pertanian Bulgaria, Polandia, Rumania, Slovakia, dan Hongaria menuntut untuk memperluas daftar produk yang dilarang.

Sumber: RT

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer