Thursday, April 25, 2024

Sahur Bersama Gus Men dan Para Kiai, Gus-gus se-Jawa Siap Berdayakan NU

PURWOREJO – Para putra kiai pesantren (gus) di Pulau Jawa menegaskan komitmennya untuk berbakti kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Disaksikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mereka menyatakan siap mengabdikan diri secara aktif dalam rangka memberdayakan NU, agar bisa terus memberikan kemaslahatan yang luas kepada masyarakat dan bangsa.

Komitmen besar para kiai muda dan gus se-Jawa tersebut diikrarkan pada acara bertajuk “Sahur Bersama Gus Men dan Kiai-kiai se-Jawa” di Pondok Pesantren An Nuur, Maron, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (15/4/2023).

Pada kesempatan itu, puluhan gus dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DI Yogyakarta juga mendeklarasikan berdirinya Gerakan Nahdliyin Berdaya. Kegiatan ini juga dihadiri Katib Aam PBNU KH Said Asrori, dan sejumlah aktivis NU lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren An Nuur, Maron KHR Mahfudz Hamid mengatakan, Gerakan Nahdliyin Berdaya yang diinisiasi para gus ini sangat efektif karena bisa turut mengisi ruang-ruang kosong yang selama ini belum tergarap atau ditinggalkan kader-kader NU.

“Gerakan ini strategis karena connecting antara NU struktural dengan kultural. Kalau kultural ini tidak kita rawat akan diambil pihak lain, apalagi pada 2024 nanti hal-hal yang bernuansa perbedaan biasanya akan berupaya ditajamkan untuk kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.

Sementara Kiai Zahrul Azhar atau akrab disapa Gus Han juga menegaskan, Gerakan Nahdliyin Berdaya akan turut mengawal program-program dari NU dan berupaya menjadi gerakan yang memiliki arah serta tujuan jelas.

Gerakan ini juga siap memperkuat Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) yang baru saja dikukuhkan kepengurusannya oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Jakarta, pada Kamis (13/4/2023).

Menag Yaqut menyambut positif lahirnya Gerakan Nahdliyin Berdaya yang diinisiasi para guus-gus tersebut. Gus Yaqut, demikian dia akrab disapa menilai, pemberdayaan warga nahdliyin hakikatnya adalah menjadi tanggung jawab bersama. Meski memiliki jaringan struktural yang lengkap dan rapi, Gus Yaqut mengakui, NU tak akan mampu menjangkau seluruh kadernya yang berada di berbagai penjuru negeri.

“Peran para kiai muda dan gus ini sangat strategis karena memiliki umat serta rasa tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan masyarakat lebih berdaya dan sejahtera,” ujar Gus Yaqut yang juga dipercaya sebagai Ketua Satuan Tugas Nasional GKMNU.

Gus Men juga menilai, Gerakan Nahdliyin Berdaya sangat bisa untuk berkolaborasi dengan GKMNU. Bahkan secara khusus dia berharap GKMNU yang telah mendapat dukungan dari berbagai institusi ini bisa jadi alat yang mampu mengkohesikan kader NU yang terpecah.

“Kalau kita bisa ciptakan kohesi ini maka akan memberikan dampak positif kepada PBNU. Artinya, ketika PBNU memberikan arahan maka harus diterjemahkan secara utuh sampai ke bawah, tidak menciptakan deviasi,” tandasnya.

Di luar itu, lahirnya Satgas GKMNU bisa jadi energi kinetik untuk membangkitkan sel-sel yang selama ini tidur. Dia optimistis NU memiliki kader potensial yang melimpah.

“Saya berharap apa yang kita lakukan menjadi embrio. Saya percaya
ini tidak mudah karena butuh waktu yang panjang. Tapi kita harus sabar membuat sejarah baru. Kita harus yakin. Kepada siapa lagi kita gantungkan NU kalau bukan kita. Saya berharap ini makin hari makin membesar,” terang Gus Men.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer