Thursday, April 25, 2024

Indonesia-Singapura Teken MoU Pembangunan Perkotaan dan Perumahan

JAKARTA – Indonesia dan Singapura menjalin kerjasama sektor pembangunan perkotaan dan perumahan.

Kerjasama itu diperkuat dengan penandatanganan MoU antara Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersama Minister of National Development Singapore Desmond Lee di Istana Kepresidenan Singapura pada Kamis (16/3/2023).

MoU antara Indonesia dan Singapura ini sebagai bagian dari Leaders` Retreat yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong.

“Kementerian PPN/Bappenas dan MND menyadari, pentingnya membina kemitraan bilateral atas dasar kedaulatan, kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan, serta memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Singapura,” kata Suharso dalam siaran pers di Jakarta.

Dalam penandatanganan ini, Indonesia dan Singapura menyepakati lima area kerja sama, yakni pembangunan infrastruktur berkelanjutan, regenerasi perkotaan, kebijakan dan manajemen perumahan umum yang cerdas hijau dan terjangkau, pembiayaan inovatif untuk infrastruktur, serta big data dan analitik untuk perencanaan pembangunan.

“Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam mengembangkan kebijakan dan program pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang dapat mempererat hubungan ekonomi dan politik kedua negara sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat,” ujar Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti.

Indonesia dan Singapura juga berkomitmen untuk melaksanakan diseminasi informasi dan melakukan pengembangan kapasitas melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan konferensi bagi pegawai pemerintah, ilmuan, dan pakar teknis yang melibatkan Pusat Kota Layak Huni Singapura, Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura dan lembaga terkait lainnya.

Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup kemitraan dalam pertukaran pengetahuan dan pelatihan untuk regenerasi perkotaan serta pembangunan kota yang berkelanjutan, dengan wilayah potensial untuk kemitraan tersebut adalah Wilayah Metropolitan Jakarta dan Kota Tanjung Pinang, tepatnya Pulau Penyengat, yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya Melayu, tetapi memerlukan penataan yang lebih komprehensif agar dapat menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat kedua negara.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer