Thursday, April 25, 2024

Meutya Hafid: Perluasan Pasar UMKM Ditopang Aspek Digital

JAKARTA – Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid menyebut aspek digitalisasi telah memperluas saya jelajah pasar UMKM. Bukan hanya antar daerah, bahkan sampai luar negeri.

“Daya jangkau pasar yang luas adalah buah dari digitalisasi UMKM,” ujar Meutya Hafid dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Optimalisasi Ruang Digital Bagi UMKM, yang diselenggarakan, di Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Meutya Hafid menegaskan betapa pentingnya digitalisasi UMKM. Perkembangan teknologi saat ini berkontribusi besar pada perubahan perilaku masyarakat yang semakin banyak melakukan aktivitas dan bertransaksi secara daring.

Digitalisasi UMKM, kata Meutya Hafid, dapat meningkatkan daya saing. Produk berkualitas dan yang punya ciri khas di sebuah daerah, dapat dijangkau oleh pasar yang luas. Tak ada lagi keterisolasian produk berkat adanya digital marketing.

“Kemajuan teknologi, terutama internet dapat membuka akses UMKM untuk memasuki pasar nasional dan internasional dengan biaya terjangkau,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, Meutya Hafid mengatakan pemanfaatan internet membantu pelaku UMKM mencari bahan baku yang variatif, komunikasi yang lebih mudah dengan pembeli, efisiensi operasional bisnis, hingga pilihan pembayaran yang mudah dan cepat.

Sementara itu, Founder Borna Art, Muhammad Akhyar Al Fachri yang menjadi narasumber pada acara itu mengatakan pandemi Covid-19 membuat masyarakat beralih ke digitalisasi.

Menurut Akhyar, dari data yang ada, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia sebanyak 64 juta, namun yang sudah memanfaatkan platform digital baru 20 juta UMKM.

Selain Founder Borna Art, Muhammad Akhyar Al Fachri, webinar itu juga menghadirkan entreprenuer yang juga Direktur Utama PT Mushiro Jaya Utama, Medan, Siti Aisyah Siregar.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer