Monday, April 22, 2024

Gempa Bumi di Turki dan Suriah Menewaskan Lebih dari 11.000 Orang

JAKARTA – Tim penyelamat berlomba untuk menarik korban selamat dari puing-puing gempa ketika jumlah korban tewas melampaui 9.000 di Turki selatan dan Suriah utara yang dilanda perang pada Rabu (8/2).

Pejabat dan petugas medis mengatakan 8.574 orang tewas di Turki dan 2.662 di Suriah, sehingga total menjadi 11.236. Tapi angka itu masih bisa meningkat secara dramatis jika ketakutan terburuk para ahli terwujud.

Harapan untuk menyelamatkan lebih banyak orang dari bawah reruntuhan kini memudar, seiring berjalannya waktu sejak gempa berkekuatan 7,8 subuh pada Senin, yang terbesar di Turki sejak 1939, ketika sekitar 33.000 orang tewas di provinsi Erzincan timur.

Sejak itu, wilayah tersebut telah dilanda lebih dari 100 gempa susulan, termasuk gempa kedua berkekuatan 7,6.

Pemandangan tragis bayi yang baru lahir diangkat hidup-hidup dari puing-puing dan seorang ayah yang patah mencengkeram tangan putrinya yang telah meninggal telah menelanjangi korban manusia dari bencana alam.

Hampir dua hari setelah sebuah gedung apartemen runtuh di Kahramanmaras, sebuah kota Turki tidak jauh dari pusat gempa, tim penyelamat menarik seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dari bawah reruntuhan.

Ayah anak laki-laki itu, Ertugrul Kisi, yang sebelumnya telah diselamatkan, terisak saat putranya ditarik bebas dan dimasukkan ke dalam ambulans.

Beberapa jam kemudian, tim penyelamat menarik seorang gadis berusia 10 tahun dari reruntuhan rumahnya di kota Adiyaman. Di tengah tepuk tangan dari para penonton, kakeknya menciumnya dan berbicara dengan lembut padanya saat dia dimasukkan ke dalam ambulans.

Di kota Jindires, Suriah barat laut, penduduk menemukan bayi baru lahir yang menangis masih terhubung dengan tali pusar ke almarhum ibunya. Bayi itu dilaporkan adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat.

Sedikitnya 1.280 orang tewas di barat laut yang dikuasai oposisi, dengan lebih dari 2.300 orang terluka, menurut sukarelawan responden pertama yang dikenal sebagai White Helmets. Pemerintah Suriah telah melaporkan tambahan 1.250 kematian.

Tim penyelamat, juga dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, mengatakan di Twitter bahwa jumlah korban diperkirakan meningkat secara signifikan karena kehadiran ratusan keluarga di bawah reruntuhan, lebih dari 50 jam setelah gempa.

Terpisah, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan 13 juta dari 85 juta penduduk negara itu terkena dampak dan mengumumkan keadaan darurat di 10 provinsi.

Erdoga mengunjungi Kahramanmaras pada hari Rabu, dan mengumumkan rencana untuk membantu korban gempa. “Kami tidak akan membiarkan warga kehilangan tempat tinggal,” kata Erdogan.

Dia menambahkan bahwa para korban akan dapat tinggal di hotel. “Otoritas perumahan negara akan melakukan apa yang diperlukan,” tutur Erdogan.
Sumber: Al Jazeera.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer