Thursday, April 25, 2024

Terkait Nuklir, India dan Pakistan Bertukar Data

JAKARTA – India dan Pakistan saling buka-bukaan data tentang fasilitas nuklir yang dimiliki kedua negara.

Pemerintah Pakistan pun mengonfirmasi telah menyerahkan daftar instalasi dan fasilitas nuklirnya kepada misi India di Islamabad. Pertukaran data itu dilandasi kesepakatan puluhan tahun antara dua rival bersenjata nuklir itu.

Kantor luar negeri Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa India secara bersamaan telah menyerahkan daftar tersebut kepada misi Pakistan di New Delhi.

Dikatakan daftar dipertukarkan setiap tahun pada 1 Januari. Praktik itu telah dilakukan sejak 1992.

Para tetangga telah berperang tiga kali dan mengalami sejumlah pertempuran militer dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu sebuah rudal India secara tidak sengaja mendarat di Pakistan, memicu peringatan di seluruh dunia.

“Daftar instalasi dan fasilitas nuklir di Pakistan secara resmi diserahkan kepada perwakilan Komisi Tinggi India di Islamabad di Kementerian Luar Negeri hari ini (Minggu),”kata kantor luar negeri Pakistan.

Pertukaran tahunan terjadi pada saat hubungan diplomatik antara keduanya hampir tidak ada.

Kementerian Luar Negeri India tidak segera menanggapi permintaan komentar dari kantor berita Reuters.

Pakistan pertama kali secara resmi menguji senjata nuklir pada tahun 1998 dan sejak itu telah mengembangkan persediaan rudal berkemampuan nuklir yang signifikan, seperti halnya India.

Dengan bantuan China, Pakistan baru-baru ini meningkatkan penggunaan energi nuklirnya untuk memenuhi permintaan listrik yang meningkat.

Dalam pernyataan terpisah, kantor luar negeri Pakistan mengatakan kedua negara juga telah bertukar daftar warga negara masing-masing yang ditahan di penjara.

Daftar itu termasuk 705 tahanan India yang dipenjara di Pakistan, termasuk 51 warga sipil dan 654 nelayan, kata pernyataan itu.

Dia menambahkan bahwa pemerintah India juga berbagi dengan misi Pakistan di New Delhi daftar 434 tahanan Pakistan di India, termasuk 339 warga sipil dan 95 nelayan.

Pakistan telah meminta pembebasan dan pemulangan lebih awal dari 51 tahanan sipilnya dan 94 nelayan yang telah menyelesaikan hukuman mereka. Permintaan akses konsuler khusus untuk 56 tahanan sipil juga telah dibuat.

Nelayan dari masing-masing negara sering ditangkap ketika mereka tersesat ke perairan negara lain.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer