Monday, April 22, 2024

Habib Syakur: Stop Liga 1 Sampai Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan Tuntas!

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid menilai Pemerintah terutama Kepolisian RI kehilangan kepekaannya terhadap kondisi dan perasaan masyarakat di bawah.

Hal ini dikatakan Habib Syakur terkait proses hukum Tragedi Kanjuruhan yang masih belum selesai, tapi kompetisi sepak bola Liga 1 sudah bergulir begitu saja.

“Terus terang masalah Kanjuruhan ini memicu gejolak. Para Aremania banyak yang kecewa, bahkan mengancam akan terus turun ke jalan melakukan demonstrasi yang memicu kemacetan lalu lintas,” ujar Habib Syakur kepada awak media, Minggu (11/12/2022).

“Ini kan seperti bola salju. Lama kelamaan publik se-Indonesia akan merasa diabaikan oleh pemerintah. Seolah semua sudah selesai dengan pemberian santunan kepada korban. Padahal santunan saja belum cukup tanpa diikuti kesungguhan menyelesaikan proses penegakan hukum,” jelasnya.

Habib Syakur pun meminta agar kompetisi Liga 1 distop terlebih dulu, hingga penegakan hukum Tragedi Kanjuruhan tuntas di meja persidangan.

“Saya minta tuntaskan dulu Tragedi Kanjuruhan di meja persidangan hingga ada vonis. Setelah itu baru kompetisi Liga 1 digelar lagi. Jangan ujuk-ujuk, dan tau-tau kompetisi sudah digelar,” tandas Habib Syakur.

Kalau belum tuntas sementara kompetisi sudah digelar, Habib Syakur menilai hal ini akan menjadi bom waktu dan jadi pemicu masalah di kemudian hari.

Habib Syakur khawatir masalah dalam Tragedi Kanjuruhan akan meledak sewaktu-waktu, karena kekecewaan masyarakat terus terpendam, khususnya dengan anggapan-anggapan ada kesengajaan melakukan pembantaian suporter. Akhirnya ketika ada momen tertentu kekecewaan publik semacam ini bisa meledak.

“Makanya saya keras aja mengatakan pemerintah, Kapolri seperti sudah tertutup mata hatinya. Kompetisi Liga 1 bergulir tanpa mendengar teriakan atas Tragedi Kanjuruhan yang masih lantang di bawah. Ini problem yang harus diperhatikan,” ungkap Habib Syakur.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer