Tuesday, April 23, 2024

Habib Syakur Berharap Polri Berbenah Agar Bersih Seperti Bayi yang Baru Lahir

JAKARTA – Cobaan bertubi-tubi menerpa Polri akibat terungkapnya berbagai kasus yang melibatkan pejabat dan aparat korp bhayangkara tersebut.

Menurut Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Bin Ali Mahdi Al Hamid, berbagai kasus yang terbongkar dan melibatkan anggota polisi itu sebenarnya sangat baik bagi kemajuan Polri kedepan.

“Ini seperti seleksi alam. Oknum yang tidak baik akan terlempar dan hanya polisi yang bekerja dengan baik bisa bertahan,” ujar Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Senin (16/10/2022).

Dengan demikian, Habib Syakur mengibaratkan Polri akan bersih dan suci, seperti seorang bayi yang baru terlahir kembali.

“Saya ibaratkan Polri seperti bayi baru lahir. Yang suci dan fitri, dan apa yang terjadi ini adalah takdir Allah SWT. Termasuk pembersihan Polri itu takdir Allah melalui tangan Presiden Jokowi.
Sekarang Polri menjadi seperti bayi yang baru lahir dari Ibu Pertiwi,” jelas Habib Syakur.

Ketika banyak yang berteriak dan sedih melihat kondisi Polri saat ini, Habib Syakur menilai hal itu sangat wajar karena semua berharap korps berbaju coklat ini bisa bangkit dan kembali bekerja dengan baik untuk bangsa.

“Sebagaimana bayi baru lahir, Polri menangis dan sekarang seperti berduka. Dibongkar satu demi satu yang buruk. Dan terjadi seleksi alam, siapa yang buruk akan terbuang,” ungkapnya.

Kata Habib Syakur, sebenarnya sejumlah kasus dan persoalan di Polri sudah ada sejak lama, terutama sejak zaman reformasi.

Persoalan seperti judi, narkoba, dan sebagainya itu sekarang sedikit demi sedikit mulai dipisahkan, antara polisi yang benar dan yang tidak benar. Karena memang tak semua polisi bekerja sebagaiman mestinya.

Terkait tantangan kedepan, Habib Syakur menilai tugas polri akan semakin berat. Terlebih memasuki 2023 yang sudah mulai tahapan penting dari geliat Pemilu 2024.

Salah satu tantangan itu, jelas Habib Syakur, adalah tentang potensi kerawanan dan gesekan akibat adanya politik identitas.

Yang pasti Habib Syakur merasa bersyukur karena Presiden Jokowi sudah membuktikan keemimpinannya dengan turun langsung sebagai panglima komando tertinggi bagi TNI Polri.

“Sekarang tinggal kita lihat, bisa enggak polisi bersih-birsih. Biar polisi tetap berdiri independen dan mendapat simpati rakyat. Ujiannya dalam dua atau tiga tahun kedepan. Kalau tidak bisa Polisi akan di-down grade. Ada di bawah kementerian saja,” tuntas Habib Syakur.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer