Monday, April 22, 2024

Diplomasi Agama di Forum R20 Bisa Menjadi Solusi Masalah Global

JAKARTA – Religion of Twenty (R20) sebagai forum tokoh agama dunia akan membahas berbagai peranan agama dalam membangun peradaban dunia yang damai, aman, serta menjadi solusi terhadap aneka problem global.

Religion of Tweny (R20) sendiri digagal oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Liga Muslim Dunia, yang akan dihelat di Nusa Dua, Bali pada 2-3 November 2022 mendatang.

R20 merupakan bagian dari Presidensi Indonesia pada G20, mengundang tokoh-tokoh agama dunia untuk berdialog terbuka mengenai kepedihan sejarah dan upaya menjadikan agama sebagai solusi bagi berbagai problem dunia saat ini dan masa depan.

Kehadiran tokoh agama secara langsung dinilai lebih dapat menyentuh akar permasalahan karena melibatkan entitas inti masyarakat. Karena cakupan yang global, pelibatan tokoh agama dari seluruh dunia dalam forum ini merupakan langkah yang langsung masuk ke jantung diplomasi.

“Ini justru jantungnya diplomasi. Masyarakat negara lain merasa bahwa negara mereka punya concern yang sama, yaitu ingin mengajak supaya ada perdamaian lewat agama-agama,” kata Wakil Ketua Pelaksana Forum R20, Safira Machrusah di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Forum R20 ini, menurut Rosa, sapaan akrabnya, merupakan diplomasi yang lebih membumi. Meskipun keberhasilannya memang relatif karena harus ada ukurannya, upaya ini memungkinkan para tokoh yang hadir dapat mengimplementasikan hal serupa di negara masing-masing.

“Efek yang akan bagus kalau mereka yang diundang terinspirasi dari agenda forum tersebut. InsyaAllah ketika mereka kembali, masing-masing akan meniru agenda ini,” kata mantan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Republik Aljazair itu

Rosa berharap pemerintah negara-negara yang terlibat dalam R20 dapat menindaklanjuti berbagai hasil kesepakatan forum secara rutin dengan menggandeng tokoh-tokoh agama. “Pemerintah harus berterima kasih kepada para pemimpin agama. Pemerintah harus menindaklanjuti (hasil R20) dengan kegiatan regular yang isinya menyemai moderasi beragama atau apa saja,” ujarnya.

Pendekatan Hati ke Hati Seturut pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, kata Rosa, agenda dialog antarpemuka agama ini hendak menjadikan agama sebagai solusi problem global, tapi tidak berambisi mampu mengatasi semua masalah dunia.

Karena itu, R20 hadir untuk membawa satu pesan yang benar-benar khas dan orisinal yang akan disampaikan para pemimpin agama, baik dari kalangan moderat, liberal, hingga kelompok yang dianggap radikal.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer