Monday, April 22, 2024

PKB: Tuduhan SBY Soal Pemilu Curang, Tuduhan yang Serius!

EraKita.id – Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebutkan pihaknya tidak melihat skenario ketidakadilan seperti yang dikatakan Ketua Dewan Majelis Kehormatan Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia pun menyebut bahwa pernyataan Presiden ke-6 itu sebuah tuduhan yang serius.

“Saya yakin ini bukan statement yang main-main. Namun kami belum melihat indikator-indikator itu. Belum melihat ada skenario yang nanti terjadi pemilu yang tidak jujur atau pemilu yang tidak adil,” kata Jazil saat dihubungi, Senin (19/9/2022).

Ia pun memastikan partainya tidak merasa menjadi pihak yang dituduh dalam pernyataan SBY. Menurutnya, semua partai yang ia ketahui menginginkan pemilu jujur dan adil.

“Ya tentu PKB pertama tidak merasa tertuduh dengan statement itu. Tapi statement itu adalah statement yang serius yang disampaikan oleh Pak SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat maupun mantan presiden,” jelasnya.

Jazil pun meminta agar SBY mengungkapkan tuduhannya dengan lebih rinci dan jelas, termasuk soal aktor-aktor yang berkaitan. Ia mempertanyakan apakah pihak yang ingin kecurangan itu terjadi adalah pihak non-partai.

“Karena setahu saya partai-partai politik ingin agar pemilu berjalan dengan jurdil,” tegasnya.

Sementara itu, terkait upaya untuk mengerucutkan jumlah calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), Jazilul menilai hal itu lumrah saja. Terlebih tidak ada larangan yang mengatur keinginan tersebut, selama proses Pemilu berjalan dengan jujur dan adil.

Bahkan, menurutnya, jika ada kekuatan tangan yang tak terlihat (inivisble hand) berusaha untuk mengatur hal itu, maka masih wajar selama tak melanggar konstitusi.

“Kalau kemudian ada invisible hand yang mengganjal atau menjegal itu kan sebenarnya kalau dalam koridor konstitusi gak ada masalah. Kalau mengganjalnya itu menggunakan cara-cara yang tidak konstitusional, cara-cara yang zalim, saya pikir itu yang perlu kita lawan bersama sama,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, SBY mengatakan ada informasi Pemilu 2024 akan dibuat tidak adil dan jujur. Dia menyebut ada kemungkinan Pilpres 2024 diarahkan hanya diikuti dua kandidat. SBY pun memutuskan untuk turun gunung pada pemilu mendatang. Dia ingin memastikan pemilu tidak dicurangi.

“Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka,” ucap SBY dalam Rapimnas Demokrat, Jumat (16/9/2022). (*)

 

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer