Thursday, April 25, 2024

Tegak Lurus Partai, Puan Belum Optimal Kampanye & Pencitraan di Medsos

EraKita.id – Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio alias Hensat menilai Ketua DPR Puan Maharani selama ini belum optimal melakukan kampanye dan pencitraan melalui media sosial.

Hal itu berbeda dengan rekan separtainya Ganjar Pranowo yang dianggap sudah melakukan berbagai pencitraan untuk meningkatkan elektabilitas pribadi.

“Puan Maharani tegak lurus dengan partai karena dia tahu keputusan untuk menentukan calon presiden ada di tangan Bu Megawati (Ketua Umum PDI-P). Jadi dia kerja aja tuh jadi anggota DPR, sehingga agak tertinggal elektabilitasnya meskipun sudah ada peningkatan,” kata Hendri saat merilis hasil surveinya, Jumat (9/9/2022).

Jika nantinya sudah optimal berkampanye melalui media sosial, ia meyakini elektabilitas Puan meningkat.

Peningkatan suara itu bisa didapatkan dari warga yang saat ini masih belum menentukan pilihan, atau pun warga yang masih hendak merubah pilihannya.

Sebab, dalam survei itu juga diketahui sebanyak 53,8 responden mengaku pilihan capresnya masih bisa berubah.

“Mereka mengaku akan mengubah pilihan capres saat sudah ada penetapan calon presiden dan wakil presiden oleh partai politik,” kata Hendri.

Sementara itu,berdasarkan survei terbaru KedaiKOPI 3-18 Agustus 2022, mayoritas pendukung Puan adalah warga wilayah pedesaan yang tidak aktif di media sosial.

Maka, menurut Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio, wajar saja jika saat ini Ketua DPR RI Puan Maharani kalah dalam sentimen di media sosial.

Peneliti Senior Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan, dari total 100 persen responden, ada 19,1 persen warga pedesaan yang memilih Puan Maharani dalam Pilpres 2024 mendatang.

Jumlah itu jauh lebih besar dengan jumlah responden dari wilayah urban atau perkotaan yang memilih Puan, yakni hanya 9,2 persen.

“Persetujuan terhadap Puan Maharani lebih banyak di daerah lural dibanding urban,” kata Ashma saat merilis hasil surveinya, Jumat (9/9/2022).

Hal berbeda terlihat pada pemilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang lebih banyak berasal dari perkotaan (29,5 persen) dibandingkan warga pedesaan (18,9 persen).

Sementara calon lainnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cukup seimbang pendukungnya antara wilayah perkotaan dan pedesaan. (*)

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer