Monday, April 22, 2024

Dilarang Jadi Firqoh, Tanpa Politik Identitas Cara NU Tuntaskan Masalah

EraKita.id – Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang yang juga Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menekankan pendekatan tanpa memandang politik identitas menjadi cara NU dalam menyelesaikan masalah.

Menurutnya, ia sudah berkali-kali mengingatkan muslim lainnya agar tidak menciptakan permusuhan dengan kelompok muslim manapun. Termasuk pada wahabi-wahabi maupun kelompok yang dianggap radikal.

“Ya sama Yahudi saja saya santai bisa engage (melakukan kontak), ya kok sama sesama muslim tidak bisa,” katanya, dalam Launching Press Conference Religion Forum (R20) International Summit of Religious Leaders di The Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Yang terpenting, kata Gus Yahya, selama mereka bersedia hidup berdampingan dan bisa menerima platform negara yang kita hidupi bersama.

“Terkait kelompok-kelompok radikal kita tidak mau engage mereka dengan perspektif permusuhan. Tidak. Ini cara untuk bisa hidup berdampingan dengan damai,” kata dia.

Ia juga mengingatkan bahwa NU dilarang untuk menjadi firqoh atau kelompok identitas, untuk itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras segala bentuk politik identitas.

Sebab dalam Islam, kata Gus Yahya, Firqoh Gus merupakan perkara yang diharamkan dalam Al-Qur’an.

“Kita menolak politik identitas apapun. Apakah itu identitas etnik, ataupun identitas agama. Termasuk identitas. Tidak boleh ada politik identitas. Kita menolak itu,” kata Gus Yahya

Pendekatan tanpa memandang politik identitas itu menjadi cara NU dalam menyelesaikan masalah.

Lebih lanjut dikatakan Gus Yahya, pendekatan radikalisme sebagai identitas dan menghadapi mereka sebagai permusuhan pada akhirnya hanya melahirkan masalah baru. Sementara masalah awal pun tidak juga ditemukan solusinya.

“Kalau kita lihat ada masalah dan mau mencari jalan keluar dari masalah, ya, kita harus bicara dengan pihak-pihak yang terlibat dengan masalah itu. Untuk mencari jalan keluar,” tutur Gus Yahya.

Pendekatan permusuhan, kata Gus Yahya sudah seharus ditinggalkan. Kemudian, kata dia, cara pendekatan tanpa memandang politik identitas itu pula menjadi cara NU dalam menyelesaikan masalah.

“Ini adalah positioning NU yang kita teguhkan ke depan. Kita tidak mau memperparah keadaan, kita mau mencari solusi,” tukas dia. (*)

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer