Thursday, April 25, 2024

Gus Yahya Yakin Kerjasama PBNU-Kemendag Kuatkan Semangat Nahdlatut Tujjar

EraKita.id – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menandatangani kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan PBNU di Yogyakarta, Rabu (10/8/2022) malam.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yakin kerja sama tersebut dapat menguatkan semangat Nahdlatut Tujjar (wirausaha) di lingkungan masyarakat NU. “Ini momentum yang baik bagi kita untuk kebangkitan kita seperti yang pernah dilakukan para sesepuh kita,” kata Gus Yahya.

Kebangkitan pedagang merupakan gerakan kebangkitan ekonomi rakyat yang tidak dapat dipisahkan dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Yahya bercerita, Nahdlatut Tujjar telah ada sebelum Nahdlatul Ulama berdiri. Hal itu bermula dari gerakan pemikiran-pemikiran kiai NU mengenai perekonomian, kebangsaan, sampai kemudian membangun peradaban.

“Itu semua ada dalam satu garis dan satu tarikan nafas yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Pengasuh Pondok Raudlatut Thalibien Rembang itu.

Gus Yahya berharap, kerja sama ini menjadi penanda khidmat NU dalam mengayomi masyarakat. Dengan kerja sama ini warga NU yang berkecimpung di dunia perdagangan terbantu dan dimudahkan akses dagangnya. Dengan adanya akses yang baik, maka nantinya akan berdampak pada perekonomian negara.

Sementara itu, Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) berharap organisasi NU bisa membantu pemerintah dalam mengembangkan kewirausahaan di lingkungan pesantren, dimana percepatan pengembangan bertujuan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2045 mendatang.

Caranya, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing, produktivitas di sektor ekonomi, dan mampu melakukan transformasi digital.

“Agar nanti di 2045 itu para insan pesantren dapat berkontribusi untuk memajukan Indonesia. Sekarang kan semua terbuka dengan platform digital. Sehingga nantinya kita akan saling terintegrasi,” kata Menteri Zulkifli dalam sambutan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan PBNU di Yogyakarta, Rabu (10/8/2022) malam.

Hadir mendampingi Gus Yahya pada penandatanganan MoU, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib ‘Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Kata Zulhas, kerja sama dengan PBNU sangatlah penting untuk membangun sinergi sehingga kewirausahaan di pondok-pondok pesantren dapat berkembang dengan cepat.

Saat ini, kata dia, sudah ada 48.000 warung bentukan Kementerian Perdagangan di seluruh Indonesia. Ke depan, ia menargetkan percepatan digitalisasi 1.000 pasar rakyat dan 1 juta pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

“Nanti kami berdayakan dengan menyuplai kebutuhan-kebutuhan pokok dari produksinya langsung. Sehingga warung-warung itu bisa berkembang dan bersaing dengan baik,” ujar dia.

Untuk mempercepat target itu, Kementerian Pedangan akan beruppaya menguatkan pemahaman digitalisasi kepada para santri. Penguatan ini sangat penting agar terjadi pengembangan wirausaha bisa terkelola dengan baik.

“Paling tidak setiap pesantren sudah punya supermarket sendiri yang harganya bersaing,” kata Zulhas.

Kontribusi ini, Menteri Zulhas, dapat dimulai dari pengembangan warung-warung kecil di sekitar pesantren. “Dari produksinya langsung kita bantu agar bis berkembang dengan baik dan bersaing dengan pasar umumnya,” kata dia.

Zulhas yakin, kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan PBNU ini akan berbuah baik. Sebab, hampir 97 persen tenaga kerja/pedagang ada di setiap lingkungan pesantren. (*)

 

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer