Thursday, April 25, 2024

Umam: KIB Bisa Jadi Kendaraan Alternatif Politik Ganjar ke Pilpres 2024

EraKita.id – Direktur Eksekutif Indo Strategic, Akhmad Khairul Umam, menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bisa jadi kendaraan alternatif politik yang membawa Ganjar Pranowo masuk ke kontestasi pemilu 2024, sebab dalam Rakernas II PDIP beberapa waktu yang lalu ada statement keras dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang membuat Ganjar ‘set back’.

“Kedepan menurut saya Ganjar tetap berada di PDIP, jika ada dinamika dalam internal PDIP itu harus diselesaikan, ini yang pertama, yang kedua Ganjar harus mengukur diri. Lingkaran Puan Maharani cenderung ingin mengusung Puan karena Puan sudah memupuk mesin partai sejak lama,” tegas Umam dalam Diskusi publik “Ganjar Bakal Tumbang Jika Keluar Kandang?” yang diselenggarakan oleh Lingkar Diskusi Indonesia (LiDI) di Bakoel Koffie, Rabu (10/8/2022).

Sebenarnya, ungkap Umam, potensi Ganjar maju di Pilpres 2024 bisa melalui beberapa skema, diantaranya dengan tetap berada di PDIP.

“Namun perlu dipertimbangkan, karena Ganjar di Jawa Tengah elektabilitasnya cukup tinggi tetapi tidak ada gap yang signifikan dengan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziah, gap-nya hanya sekitar 6.8%. Elektabilitas Ganjar saat itu tidak berarti, kemenangannya justru melalui mesin partai yaitu PDIP yang menjadi penentu kemenangan Ganjar pada saat itu,” ujar Umam.

Menurutnya, Ganjar saat ini masih memegang elektabilitas tertinggi di sejumlah survei Pilpres 2024, namun elektabilitasnya belum pada fase yang mendominasi karena ada 3 nama yang cukup kompetitif yakni Anies Baswedan, Prabowo dan Ganjar.

“Ganjar mewakili karakteristik keberlanjutan dari kepemimpinan Jokowi. Yang menjadi kendala adalah praktis figur yang bukan pemegang kekuatan utama. Ada dinamika yang cukup serius dan kritis terhadap Ganjar yang berimplikasi apakah Ganjar akan diusung atau tidak oleh PDIP,” ungkap Umam.

Namun, menurutnya, Puan memiliki kans yang cukup baik karena pemilih PDIP adalah Soekarnois.

“Saya harap Mba Puan tetap menggenjot elektabilitas dan mengkonsolidasikan struktur partai untuk elektabilitas tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting mengatakan bahwa Ganjar saat ini belum mengikuti kegiatan partai manapun sehingga kemungkinan jika tidak diusung PDIP maka tidak akan maju.

“Ganjar masih tetap pada pendirian loyal kepada PDIP. Data Voxpol pada April 2022 menunjukkan bahwa pemilih Jokowi dan Maruf Amin pada pemilu 2019 memilih Ganjar dengan angka sebesar 74%. Keterikatan antara partai dengan figur itu tersambung (connect). Data yang menarik juga dimana tahun 2019 pemilih PDIP ada 54% yang memilih ganjar,” tambah Pangi.

Selain elektabilitas, ada juga fenomena dimana partai menjadi preferensi pemilih. Pangi menerangkan dimana hal ini dapat dilihat di Jawa Tengah, saat partai lebih besar dari pada figur.

“Siapapun yang diusung oleh PDIP maka akan menang, di Jawa Tengah. Artinya pilihan partai dan figur bisa berpengaruh, Ganjar akan kalah jika tidak diusung oleh PDIP. Ketergantungan Ganjar dengan PDIP besar sekali. Walaupun ada partai lain yang ingin mengusung Ganjar, faktanya elektabilitasnya tidak sebesar jika Ganjar diusung oleh PDIP,” tegas Pangi.

Diakhir diskusi Umam menyimpulkan bahwa Ganjar akan tetap tegak lurus ke PDIP.

“Di fase ini tidak ada pilihan lain bagi Ganjar selain tegak lurus terhadap partai, ia juga masih menjabat Gubernur Jawa Tengah. Selain itu presiden diharapkan tetap berada ditengah untuk memberikan ruang yang setara kepada figur. Saat ini restu Bu Mega akan menentukan siapa yang menjadi capres dari PDIP, kunciannya ada di Bu Mega,” pungkas Umam. (*)

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer