Thursday, April 25, 2024

Menjamur, Doktrin Infak Rp 25 Ribu Bisa Masuk Sorga di Garut

EraKita.id – Kelompok Islam radikal dan intoleran menyusup ke kawasan wisata di Garut Selatan dengan menebarkan doktrin infak Rp 25 ribu bisa masuk surga.

Menurut Nurul Barkah, penyuluh agama di KUA Kecamatan Cibalong, Garut, aliran Islam radikal yang menuju ke makar sudah ada puluhan tahun lalu.

Namun jika ditarik ke belakang, akarnya berasal dari pemberontakan DI/TII yang digawangi Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

“Itu sudah lama. Waktu saya SD tahun 1995 sudah ada. Tapi alhamdulillah di pemerintahan Pak Jokowi mengantisipasi aliran radikalisme ini lebih digalakkan lagi,” kata Nurul, baru-baru ini.

“Alhamdulillah terbongkar terus aliran itu. Penanganannya luar biasa, menurunkan Densus 88 ke lapangan, lalu menekankan ke semua instansi paling utama di Kementerian Agama yang di dalamnya ada penyuluh,” kata dia.

Untuk merangkul kembali para pengikut Islam radikal itu, Nurul menggunakan pendekatan secara persuasif. Setelah diberi tahu secara baik-baik, warga terpapar itu pun sadar dengan sendirinya.

“Pendekatannya dengan halus dan lembut alhamdulillah berhasil. Pembinaan di masjid, pengajian, sampai rumah, mereka menyambut luar biasa karena mereka tidak tahu,” kata dia.

Lalu, mereka menyimpang di sisi mananya?

“Pertama harus berikrar kembali atau mengucap syahadat lagi. Kalau tidak kita akan dianggap bukan Islam. Kedua ada infak dan infaknya harus ke mereka, ke pimpinan. Dan yang paling parah menganggap Thogut ke Pancasila dan pemerintahan yang sah,” kata Nurul.

“Kalau dilihat dari pengamatan, hasil dengaran masyarakat lebih cenderung ke makar dan menegakkan hukum Islam di Indonesia,” kata dia.

Nurul lalu menjelaskan kenapa ustaz atau tokoh agama bisa terpapar radikalisme. Salah satu alasan utamanya adalah pertolongan dari segi finansial.

“Banyak faktor yang menyebabkan ustaz masuk ke radikalisme, pertama ketidaktahuan bahwa ini adalah aliran yang dilarang pemerintah. Kedua diiming-imingi keuntungan dari segi finansial ke ustaz itu,” kata dia.

“Itu sudah seperti MLM (multi level marketing) semakin banyak yang direkrut maka semakin banyak keuntungan yang mereka dapat,” terang dia. (*)

 

 

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer