Thursday, April 25, 2024

Nasdem, PKS, Demokrat Makin Giat Lempar Sinyal Koalisi

EraKita.id – Partai Demokrat, Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin giat melempar sinyal koalisi dan itu dibuktikan dengan ketiganya kerap kali terlihat mesra.

Bahkan, elite Demokrat, Nasdem, dan PKS tak malu-malu lagi menunjukkan rencana untuk berkongsi. Pertemuan demi pertemuan pun digelar, mematangkan rencana kongsi menuju pemilihan mendatang.

Bahas koalisi Baru-baru ini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini menjabat wakil ketua majelis syura partai, Sohibul Iman.

Ketiganya berjumpa saat menghadiri pesta pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, dalam pertemuan itu, ketiganya membahas persoalan terkini bangsa.

“Dalam diskusi bertiga ini, pembicaraan di antaranya lebih banyak mengenai situasi bangsa terkini dan kesulitan yang sedang dihadapi rakyat,” kata Herzaky dalam keterangannya, Sabtu (30/7/2022) dikutip kompas.com.

Tak hanya itu, ihwal politik tanah air, termasuk tentang kerja sama antarpartai juga menjadi bahasan antara Demokrat, Nasdem, dan PKS. “Kalau terkait koalisi, sempat dibahas tipis-tipis saja. Termasuk rencana pertemuan ke depannya,” ujar Herzaky.

Herzaky mengungkap, dalam perjumpaan itu AHY, Surya Paloh, dan Sohibul Iman duduk bersama di satu meja dan terlibat perbincangan serius. “Tampak kedekatan dan chemistry yang semakin terjalin di antara ketiganya,” kata dia.

Saling kode

Belakangan, baik Demokrat, Nasdem, maupun PKS kerap saling lempar sinyal kedekatan. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh misalnya, tak menampik isu yang menyebutkan partainya kemungkinan besar bakal “berbesan” dengan Demokrat dan PKS di pemilu mendatang.

“Kemungkinan ke arah situ (Nasdem koalisi dengan PKS-Demokrat) bisa saja,” kata Paloh dalam program Satu Meja yang ditayangkan YouTube Kompas TV, Jumat (24/6/2022).

Paloh pun memprediksi pemilu mendatang bakal diramaikan oleh tiga poros koalisi partai politik, sehingga akan ada 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung. “Saya pikir tiga calon. Mungkin tiga poros lah, gitu,” kata dia. Belum lama ini, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengungkap bahwa pembicaraan antara partainya dengan parpol lain terkait koalisi terus dilakukan.

Namun, ia mengatakan, komunikasi Demokrat lebih intensif dengan Nasdem dan PKS. “Yang pasti (dengan Nasdem dan PKS) sudah lebih maju pembicaraannya. Tetapi kita tidak menutup silaturahim dengan teman-teman lain,” kata Andi dalam acara diskusi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2022). Menurut Andi, partainya memiliki napas yang seiraman dengan Nasdem dan PKS.

Kendati demikian, kata dia, komunikasi masih berlanjut dan jalan menuju koalisi masih panjang. “Jadi dari sembilan partai (di DPR) ini mana yang pas dengan perubahan dan perbaikan (napas Partai Demokrat), nah ini tampaknya memang agak dekat kita semua ini, baik dengan PKS, sama sama beroposisi, ini perubahan perbaikan, kira-kira satu napas kita,” kata Andi. “Dengan Nasdem kita restorasi. Ya kira kira mirip-mirip juga ini,” lanjut dia.

Hal serupa juga disampaikan Juru Bicara PKS Muhammad Kholid. Dia tak menampik bahwa partainya lebih dekat dengan Demokrat dan Nasdem ketimbang parpol lain. “Saat ini kita akui komunikasi dengan Nasdem dan Demokrat lebih maju daripada komunikasi dengan partai lain,” kata Kholid saat ditemui di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (26/7/2022).

Namun demikian, Kholid bilang, partainya belum mengambil keputusan terkait koalisi. Kendati sudah lebih dekat dengan Nasdem dan Demokrat, PKS masih membangun komunikasi dengan parpol lain. “Saat ini belum ada kata close, dan masih membuka dengan partai lainnya,” ucap dia.

Adapun PKS sebelumnya sempat mewacanakan berkongsi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mengusung nama Koalisi Semut Merah. Namun, koalisi ini dipastikan gagal lantaran PKB dalam waktu dekat bakal meresmikan koalisinya dengan Partai Gerindra. (*)

 

 

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer