Thursday, April 25, 2024

Kasus Brigadir J, TB Hasanuddin: Jangan Buat Analisa-Analisa Liar

EraKita.id – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin memertanyakan kinerja dari tim khusus bentukan Kapolri yang hingga saat ini belum pernah menyampaikan progres penyidikan terhadap kasus Brigadir J, malahan didahului oleh Komnas HAM.

“Saran saya kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. Jangan membuat analisa-analisa liar, percayakan pada yang berwenang,” tandasnya saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (31/7/2022).

“Menarik sekali ketika Komnas HAM ikut heboh dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Lalu mengapa Komnas HAM lebih aktif dibandingkan tim khusus yang dibentuk Kapolri yang ditugaskan untuk menuntaskan kasus tersebut?” lanjut Hasanuddin.

Padahal, Hasanuddin menegaskan kejadian tersebut hanya pidana murni, dimana ada seseorang yang tertembak dan kemudian meninggal dunia. Bukanlah pelanggaran HAM dan belum diidentifikasikan sebagai pelanggaran HAM.

Hasanuddin juga mengatakan jika Komnas HAM menyampaikan informasi kepada publik secara tidak utuh, maka ini akan membingungkan karena penyidikan ini belum tuntas sampai akhir dan pelaku sesungguhnya belum ditemukan.

Selain itu, Hasanuddin juga menyoroti soal pemeriksaan CCTV dan pemanggilan saksi-saksi oleh Komnas HAM.

Padahal, kata dia, hal tersebut merupakan bagian dari penyelidikan dan penyidikan yang seharusnya dilakukan oleh penyidik Polri.

“Apakah nanti tak mengganggu bila Komnas HAM kemudian membuka hasil temuan CCTV atau keterangan saksi-saksi yang baru sebagian. Padahal penyidik harus membuat kesimpulan akhir terkait kasus tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, Komnas HAM memanggil seluruh ajudan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia nonaktif, Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, pada Selasa, 26 Juli 2022.

Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta keterangan dalam upaya penyelidikan kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. (*)

 

 

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer