Thursday, April 25, 2024

Fadli Zon Usulkan Jalan Kramat Raya Jadi Jalan WR Soepratman

EraKita.id – Anggota DPR Fadli Zon mengusulkan ada nama WR Soepratman jadi nama jalan di Ibu Kota, menyusul Pemprov DKI yang tengah membahas kelanjutan perubahan nama jalan di Jakarta.

Hal itu disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya sembari mengunggah saat dirinya menerima kedatangan keluarga komponis WR Soepratman.

Fadli Zon juga turut mengunggah foto pertemuan dengan keluarga WR Soepratman. Terlihat Fadli memperlihatkan buku biografi ‘Idris Sardi: Perjalanan Maestro Biola Indonesia’.

“Kedatangan kel. komponis WR Soepratman, Mas Budi Harry. Belum ada nama jalan WR Soepratman di Jakarta,” cuit Fadli, seperti dikutip detik.com, Jumat (29/7/2022).

Fadli dalam cuitannya juga me-mention Anies. Fadli mengusulkan Jalan Kramat Raya diganti jadi Jalan ER Soepratman.

“Sy usulkan harusnya Jl Kramat Raya diganti Jl WR Soepratman, tempat Kongres Pemuda 1928 tempat WR Soepratman kali pertama memainkan ‘Indonesia Raya’. ⁦Pak @aniesbaswedan?” kata Fadly.

Pergantian Nama Jalan di Jakarta Berlanjut

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan di tahap kedua perubahan nama jalan bakal diperluas dengan mengambil nama-nama tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia maupun nasional.

“Masih proses pembahasan dengan tim. Kalau kami Dinas Kebudayaan mengikuti saja kalau Pak Gub akan ada periode berikutnya yang lebih baik dari sisi dari penokohan, terutama tokoh nasional. Termasuk kita menggodok (nama) tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan nasional, kemudian beberapa pahlawan,” kata Iwan kepada wartawan, Selasa (19/7).

Iwan menjelaskan tahap selanjutnya akan menyasar jalan-jalan besar dan panjang. Terkait pemilihan nama tokoh, Dinas Kebudayaan menerapkan kriteria khusus dalam memilih perubahan nama, salah satunya tokoh tersebut mesti berkaitan dengan sejarah di wilayah itu.

“Dia yang jelas harus seirama dengan tematik tokoh yang sudah jadi ruas jalan, itu kriterianya. Tapi sebagai bahan pembahasan saja, saya dengan kawan-kawan harus melibatkan banyak pihak sejarawan, tentu saja orang orang yang memiliki kapasitas keilmuan di bidang sejarah,” katanya.

Dia juga menyadari mayoritas jalan besar di Jakarta sudah diberi nama tokoh-tokoh nasional. Karena itu, pihaknya berencana memenggal ruas jalan yang panjang sehingga bisa diberi nama baru.

“Misalnya ada nama-nama di sekitar itu harus yang cocok karena ruasnya yang panjang kita ada penggalan ruas baru, misal Laksamana John Lie, tokoh Angkatan Laut tapi berdarah Etnis Tionghoa, cocoknya di mana, misalnya di Kelapa Gading, tapi ini masih contoh,” ucapnya. (*)

 

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer